Glorifikasi itu aksi melebih-lebihkan sesuatu hingga hingga terkesan hebat luar biasa, sangat suci, atau sempurna tanpa cela. Sedangkan demonisasi adalah melebih-lebihkan keburukan atau kejahatan hingga sesuatu
jadi tampak buruk luar biasa, jahat sempurna, tidak ada sedikitpun
kebaikannya.
Dengan taktik tersebut, emosi korban dipermainkan dan dipengaruhi agar sangat memuja pihak kawan secara berlebihan dan membenci pihak musuh juga secara berlebihan. Saking bencinya, korban indoktrinasi tidak akan terpikir untuk mendengarkan penjelasan dari musuh, apalagi memahami alasan-alasan dibalik tindakannya. Pokoknya kata pemimpin dia musuh, jahat sangat, harus diperangi.
Taktik glorifikasi demonisasi dapat dikatakan berhasil jika korban
indoktrinasi tidak bisa lagi melihat, atau malah sengaja mengabaikan segala
kesalahan/keburukan yang dilakukan pihak kawan tapi tetap bersemangat untuk kritis
pada berbagai keburukan yang dilakukan pihak lawan.
Taktik ini biasanya diterapkan oleh para pemimpin yang menggunakan
taktik pecah belah (divide and rule / adu domba) untuk melestarikan
kekuasaannya.
Gimana, sering kah Anda lihat itu terjadi di sekitar kita?
Sekarang, dapatkah Anda beri contoh diterapkannya taktik ini dalam kehidupan kita sebagai warga Indonesia?