Paling rentan dan paling mudah diindoktrinasi biasanya adalah orang yang tidak
terbiasa berpikir kritis, malas bertanya dan malas mencari fakta.
Biasanya yang seperti itu sejak lahir dibiasakan percaya tahayul dan mitos yang wajib
dipercaya tanpa bisa dipertanyakan. Masa kecil bersama ancaman pamali, ora ilok dan berbagai teror ghaib lainnya, lalu tumbuh dewasa dengan keyakinan kaffah
pada dongeng-dongeng suci warisan leluhur.
Terbiasa menerima kebenaran
"versi otoritas" membuatnya jarang penasaran, malas mengkritisi, apalagi
menguji kebenarannya. Daripada repot mikir, mending ikut saja lah sama pemimpin. Begitulah prinsipnya dia.
Tapi apa benar korbannya hanya dari kalangan yang malas berpikir?