Banyak anak usia sekolah sudah kecanduan rokok, ada pula tua bangka berpendidikan S2, dosen pula, tapi masih kuatir aqidahnya hancur lebur hanya gara-gara salam agama lain.
Diantara para penyelenggara negara juga masih banyak S1, S2 atau S3 yang mudah dipengaruhi untuk mengutamakan kepentingan partainya diatas kepentingan rakyat banyak, tega mengadudomba menggunakan agama, atau rajin korupsi karena indoktrinasi orang tua yang menuhankan materi.
Indoktrinatornya beda, doktrinnya berbeda, tapi hasilnya sama: masyarakat yang mudah dibodohi, diadudomba, dikadali.