Tampilkan postingan dengan label disintegrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label disintegrasi. Tampilkan semua postingan

05 Maret, 2012

Adu Domba

Adu domba, pecah belah, divide et impera tidak cuma terjadi di zaman Belanda. Hari ini pun masih sering terjadi. Rakyat di adu, supaya sibuk sendiri, sementara para penguasa menikmati berbagai hasilnya.

Dulu jaman SD, saya memahami taktik ini sebagai : mengadudomba calon mangsa agar lemah dan tidak kompak, lalu Belanda datang sebagai musuh dari semuanya dan dengan mudah mengalahkan domba-domba dungu yang lelah saling bertempur itu. Ternyata kini prakteknya jauh lebih lebih kompleks. Yang melakukan pun bukan kompeni “dari luar sana”, tapi justru oleh para pimpinan dan pemuka kita sendiri.

Jika ada “musuh bersama”, maka sang indoktrinator bisa memposisikan diri sebagai “pelindung” atau “pembela umat” dari ancaman musuh. Dengan begitu umat jadi lebih mudah diatur dan dipengaruhi. Itulah makanya banyak pemimpin yang menyukai taktik ini.

Atau jika umat mulai tidak setia, tidak patuh, dan terancam bubar, maka