![]() |
| Muke lu Fallasiyah! - ohinternet. |
Weits, saya tidak sedang menyindir kaum taat beragama lho. Memang itu taktik utama dikalangan mereka, tapi sebenaranya kita yang tidak terlalu taat juga sering melakukannya dalam keseharian.
Mekanismenya praktis, dua langkah mudah. Pertama, cari kebusukan si pembawa pesan, boleh prilakunya, motivasinya, sukunya, latar belakangnya, tampangnya atau apapun. Kalau sulit dicari ya kreatif, buat-buat sendiri saja kebusukan si pembawa pesan. Langkah kedua, gunakanlah kebusukan itu sebagai dalil sahih untuk menyerang pesan yang disampaikan.
Jadi alur logikanya gini:
- Si A mengatakan X
- Si B menyerang pribadi A
- X salah
